Palu – Masyarakat sipil yang tergabung dalam organisasi lingkungan di Kota Palu sedang melakukan kajian lingkungan hidup strategis (KLHS) terkait dengan rencana pembangunan tanggul tsunami di Kota Palu  pada senin 24 Juni 2019  lalu, di Kantor Walhi Sulteng.

Beberapa organisasi lingkungan yang tergabung dalam pembuatan KLHS tersebut diantaranya Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Sulawesi Tengah, Jariangan Advokasi Tambang (JATAM), Kompas Peduli Hutan (KOMIU) dan beberapa jaringan organisasi lingkungan lainnya.

Pembuatan KLHS tersebut bertujuan untuk melihat rencana program pemerintah dalam pembangunan  tanggul tsunami di Teluk Palu, yang nantinya menghasilkan adanya KLHS dampak pembangunan tanggul tsunami  versi masyarakat sipil kata Manager Kampanye Walhi Sulteng Stevandi.

Jika sudah tersusun draftnya kami akan mengundang beberapa akademisi untuk memboboti kajian tersebut, selain itu kami juga melakukan wawancara kepada masyarakat yang ada di wilayah Besusu, Talise, Lere dan Silae.  terkait pembangunan tanggul.

Beberapa hal utama yang kami soroti diantaranya, pertama kebijakan pemerintah yang tidak konsisten terkait dengan pembangunan dan pemulihan pasca bencana, kedua kapasitas daya tampung dan daya dukung lingkungan pada areal pembangunan tanggul, ketiga sejarah kegempaan di Teluk Palu dan keempat  analisis sosial mengenai relokasi dan mitigasi bencana masyarakat di teluk palu. ujarnya.

 

CURHAT KOMIU

Komentar Anda...