Palu – Kelompok Muda Peduli Hutan (KOMIU),  Pada 19 September 2016 lalu, pernah berkempanye, mengingatkan Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tengah untuk melakukan audit lingkungan terhadap aktivitas pertambangan Galian C yang berada di Kota Palu dan Kabupaten Donggala. Kata Aldi Rizky Direktur KOMIU.

Hal tersebut didasari berdasarkan hasil analisis yang kami lakukan saat itu, ditemukan kemiringan  yang ada di Lokasi Pertambangan Galian C Palu – Donggala, rata-rata pegunungan yang sudah dieksploitasi di wilayah tersebut seluas 20,6 Ha, dengan ketinggian mencapai 113 meter, yang memiliki kemiringan 74 derajat sampai dengan 90 derajat dengan potensi volume longsor 7 juta kubik tanah.

Dulu kami meminta ada moratorium izin,  kemudian evalusi dalam bentuk audit lingkungan dilokasi pertambangan tersebut,  kejadian yang sama hampir mirip seperti yang terjadi selasa, 22 januari 2019 kemarin, dimana sekitar hari selasa 4 Oktober 2016 banjir dan longsor juga terjadi, sehingga  Gubernur Sulawesi Tengah mengeluarkan instruksi No.540/706/DIESDM-GST/2016 mengatur  tentang penundaan/penagguhan sementara Moratorium penerbitan izin usaha pertambangan (IUP) batuan di Kota Palu dan Kabupaten Donggala.

Dalam implementasinya  masih banyak  izin usaha pertambangan (IUP) batuan yang tetap diterbitkan.  Beberapa izin yang diterbitkan tidak sesuai dengan pola dan struktur ruang dari RTRW Kota Palu dan Kabupaten Donggala.  Kawasan-kawasan yang dipaksakan dibebani izin usaha pertambangan (IUP) batuan sebagian besar merupakan kawasan rawan bencana tanah  longsor.

Instruksi Gubernur Yang Tidak Konsisten Dalam Penataan Pertambangan Batuan

Kami menghimbau kepada semua masyarakat  yang bermukiman disana, untuk mewaspadai pergeseran tanah diwilayah tersebut, apalagi saat ini sudah masuk pada musim penghujan.ujarnya

Untuk diketahui bahwa pada hari Selasa 22 Januari 2019 19:12 WIB, terjadi longsor di Desa Loli Dondo, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala membuat ratusan kendaran terjebak macet hingga 8 jam. Dari keterangan warga sekitar, setiap musim penghujan yang terjadi di wilayah tersebut sering terjadi banjir dan longsor akibat penambangan secara serampangan tanpa memperhatikan dampak lingkungan.

Curhat KOMIUPertambangan

Komentar Anda...