Palu – Yayasan Kompas Peduli Hutan (KOMIU) bersama 4 kelompok nelayan dan pemerintah Desa Bungin, Kecamatan Tinangkung, Kabupaten Banggai Kepulauan, melaksanakan kegiatan diseminasi publik terkait kesepakatan perlindungan dan pengelolaan area XI sub zona penangkapan ikan pada kawasan koservasi perairan pesisir dan pulau – pulau kecil (KKP3K) Banggai Dalaka (03/06/2022).

Kepala Desa Bungin, Gunawan Gaing S.Sos mengapresiasi kepada yayasan KOMIU yang telah memfasilitasi kelompok nelayan, pemerintah desa dan UPT KKP3K Banggai Dalaka dalam melakukan kesepakatan pengelolaan dan perlindungan pulau bakalan dan bakalan pauno.

“Kami sangat senang program ini masuk didesa kami, karena sangat  membantu para nelayan dalam memanajemen penangkapan gurita, yang nantinya secara tidak langsung akan berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat dan nelayan”ujarnya.

Merespon hal tersebut salah satu ketua kelompok nelayan saiful (ketua kelompok tuna jaya) mengatakan,  kesepakatan yang telah di tanda tangani oleh kepala UPT KKP3K Banggai Dalaka dan  nelayan pada bulan April 2022 di Kota Palu, memuat tiga hal diantaranya penguatan kapasitas kelembagaan, mengembangkan aksi konservasi dan melakukan pengawasan yang terintegrasi.

Saiful menambahkan dalam menjalankan kesepakatan mengenai aksi konservasi kami melakukan identifikasi nelayan yang melakukan penangkapan ikan diwilayah buka tutup sepanjang 1,5 km,  melakukan pemasangan patok penanda dan melakukan patroli.  Buka tutup ini akan dilaksanakan selama 3 bulan dimulai Juni  hingga Agustus 2022. Tujuan  buka tutup ini sebagai upaya untuk menjaga populasi gurita yang menjadi produk andalan di Pulau Bakalan.

Sementara itu Yulia Astuti S.Si selaku program manager yayasan KOMIU kerjasama Burung Indonesia dan  critical ecosystem partnership fund (CEPF) mengatakan bahwa buka tutup yang diterapkan akan berdampak pada berkurangnya tekanan terhadap ekosistem yang ada di Pulau Bakalan dan Bakalan Pauno, khususnya spesies target program seperti napoleon dan penyu serta ikan yang berstatus rentan lainnya.

“Jika populasi dan kualitas berat gurita meningkat maka secara tidak langsung program ini berkontribusi pada peningkatan pendapatan para nelayan” ungkapnya.

Konservasi

Komentar Anda...