Kelompok Muda Peduli Hutan atau disingkat KOMIU didirikan pada Tanggal 12 Maret 2016, Kata “komiu” diadopsi dari Bahasa keseharian Suku Kaili yang mendiami lembah Palu, dimana arti “komiu” adalah “kamu, engkau atau Anda”. Kemudian melihat kondisi pengelolaan sumber daya alam dan pengambilan kebijakan yang tidak transparan, tidak partisipatif dan tidak akuntabilitas. Dampak buruk dari system pengelolaan tersebut menyebabkan meningkatnya angka deforestasi secara drastis yang dipicu oleh banyaknya investasi di sektor perkebunan, pertambangan dan kehutanan di Provinsi Sulawesi Tengah.

KOMIU secara kelembagaan berkomitmen untuk mewujudkan tata kelola sumber daya alam yang lestari demi keberlangsungan hidup manusia dan ekosistem yang berkelanjutan. Berdasarkan pengalaman kerja-kerja sebelumnya KOMIU fokus untuk mendorong perubahan kebijakan pengelolaan sumber daya alam yang berkeadilan dan lestari guna adaptasi dan mitigasi atas perubahan iklim, membangun jaringan advokasi dan monitoring sumber daya alam secara luas, massive dan komperhensif, mengembangkan berbagai kajian ilmiah dan dokumentasi terhadap system pengelolaan sumber daya alam yang berbasis fakta dan bukti, dan membentuk kader-kader yang penduli dengan kelestarian ekosistem sumber daya alam yang berkelanjutan.

Sejarah

Komentar Anda...