KOMIU-Deforestasi menjadi permasalahan serius secara global dan nasional. Saat ini kita sedang berada dalam upaya global terbesar dalam sejarah untuk menghentikan deforestasi hutan tropis, semangat ini didorong oleh pentingnya hutan tropis sebagai solusi dari perubahan iklim. Hampir 20 tahun terakhir perhatian global dan nasional untuk menangani permasalahan deforestasi hanya terfokus pada pulau Sumatra dan Kalimantan, sendangkan Pulau Sulawesi sering terabaikan.

Pulau Sulawesi merupakan rumah bagi 224 spesies burung daratan, sebagian besar merupakan penghuni hutan hujan. Empat puluh satu (18%) di antaranya merupakan endemic di pulau utama dan 56 spesies lainnya (25%) terbatas di Sulawesi (Coates dkk. 1997). Sebanyak 11 genera endemik dapat ditemukan, sehingga menempatkan Sulawesi sebagai salah satu diantara Wilayah Burung Endemik terpenting di dunia (Stattersfield dkk. 1998) dan berkontribusi pada Wallace sebagai hotspot keanekaragaman hayati global (Myers dkk. 2000).

Sulawesi Tengah memiliki luasan area 6.106.800,69 hektar dan terbagi dalam 7 status Kawasan hutan berdasarkan SK 869 Tahun 2014 yang antara lain:

  1. Area Penggunaan Lain (APL) 2.113.671,48 Hektar
  2. Hutan Lindung (HL) 1.276.095,92 Hektar
  3. Hutan Produksi (HP) 401.861,23 Hektar
  4. Hutan Produksi Konversi (HPK) 253.254,89 Hektar
  5. Hutan Produksi Terbatas (HPT) 1.391.462,64 Hektar
  6. Wilayah Konservasi (KPA) 988.492,68 Hektar
  7. Tubuh Air 58.079,54 Hektar

Dari hasil remote sensing dengan menggunakan data citra satellite landsat 7,8 dan citra satellite sentinel yang termonitor sejak tahun 2000 hingga tahun 2018, aktivitas deforestasi di wilayah Sulawesi tengah terjadi sangat signifikan.

Pada tahun 2000 sampai dengan tahun 2010 terjadi deforestasi seluas 86.352 hektar, kemudian aktivitas paling masif terjadi pada rentan waktu  tahun 2010 sampai dengan tahun 2018 yang luasnya mencapai 473.609,14 hektar. Jika di jumlahkan dalam kurun waktu 18 tahun terakhir, aktivitas deforestasi mencapai 559.961,15 hektar.

Salah satu penyebab dari tingginya angka deforestasi tersebut dipengaruhi pemberian izin baik perkebunan maupun pertambangan.  Saat ini terdapat 54 perusahaan yang mengantongi izin usaha perkebunan (IUP) dan izin lokasi (Inlok) dengan luas total mencapai 713.217 hektare, tersebar di Kabupaten Donggala, Buol, Morowali, Banggai, Tojo Unauna, Tolitoli dan Morowali Utara. Sedangkan untuk sector pertambangan terdata kurang lebih 196 perusahaan tambang yang mendapatkan izin usaha pertambangan eksplorasi dan operasi produksi dengan luasan total mencapai 469.965,81 hektar.

Deforestation is a serious problem globally and nationally. Currently we are in the biggest global effort in history to stop deforestation of tropical forests, this spirit is driven by the importance of tropical forests as a solution to climate change. Nearly the last 20 years of global and national attention addressing the problem of deforestation have only focused on the Islands of Sumatra and Kalimantan, while Sulawesi Island is often overlooked.

 The island of Sulawesi is home to 224 resident landbird species, most of which are inhabitants of rainforest. Forty-one (18%) of these are endemic to the main island and a further 56 species (25%) are confined to Sulawesi(Coates et al. 1997). As many as 11 endemic genera can be found, ranking Sulawesi among the most important Endemic Bird Areas of the world (Stattersfield et al. 1998) and contributing to Wallacea being a global biodiversity hotspot (Myers et al. 2000).

 Central Sulawesi has an area of ​​6,106,800.69 hectares and is divided into 7 forest area status based on SK 869 of 2014 which includes:

  1. Another Land Use = 2.113.671,48 Hectare
  2. Protection Forest = 1.276.095,92 Hectare
  3. Production Forest = 401.861,23 Hectare
  4. Conversion Production Forest = 253.254,89 Hectare
  5. Limited Production Forest = 1.391.462,64 Hectare
  6. Conservation Area = 988.492,68 Hectare
  7. Water Body = 58.079,54 Hectare

By the results of remote sensing using satellite landsat 7&8 data images and monitored satellite sentinel images from 2000 to 2018, deforestation activities in the Central Sulawesi region have been very significant. From 2000 to 2010 there was deforestation covered an area of ​​86,352 hectares, then the most significant activity was identified from 2010 to 2018 which reached 473,609.14 hectares. If we add all of it within 18 years, deforestation activity reaches 559,961.15 hectares.

At present there are 54 companies that have plantation business permits (IUP) and location permits (Inlok) with a total area 713,217 hectares spread across Donggala, Buol, Morowali, Banggai, Tojo Unauna, Tolitoli and North Morowali Municipal. And then for the mining sector there were approximately 196 mining companies that obtained mining exploration and production operations permits with a total area of ​​469,965.81 hectares. 

CURHAT KOMIUKehutanan

Komentar Anda...