KEADILAN IKLIM

Kami bekerja di Sulawesi Tengah, daerah dengan kekayaan alam luar biasa yang membutuhkan keadilan iklim untuk melindungi masyarakat lokal dan ekosistemnya. Tantangan yang dihadapi meliputi kurangnya kesadaran masyarakat, lemahnya penegakan hukum, dan dominasi kepentingan ekonomi. Kami menawarkan pendekatan holistik dan inklusif yang melibatkan masyarakat lokal dan adat, memastikan akses adil ke sumber daya alam dan memperkuat kapasitas masyarakat. Kolaborasi semua pihak sangat penting untuk implementasi efektif. Hasilnya, keadilan iklim meningkat, masyarakat lebih adaptif, dan pembangunan lebih berkelanjutan. Namun, kurangnya dukungan bisa memperburuk situasi.

TUJUAN

Tujuan utama kami adalah mewujudkan keadilan iklim di Sulawesi Tengah dengan meningkatkan akses adil masyarakat lokal dan adat terhadap sumber daya alam dan manfaat program adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, memperkuat kapasitas masyarakat, melindungi hak-hak masyarakat adat dan lingkungan, serta menciptakan pembangunan yang lebih berkelanjutan, inklusif, dan berkeadilan, yang akan dicapai pada akhir tahun 2030.

Sulawesi Tengah, dengan kekayaan alam dan keanekaragaman hayati yang luar biasa, membutuhkan keadilan iklim untuk melindungi masyarakat lokal dan ekosistemnya dari dampak perubahan iklim yang semakin parah. Deforestasi, degradasi lahan, dan eksploitasi sumber daya untuk kepentingan industri ekstraktif telah memperburuk kondisi sosial-ekonomi masyarakat adat. Emisi gas rumah kaca dari aktivitas industri mempercepat kerusakan lingkungan, sementara masyarakat adat dan lokal seringkali terpinggirkan dari akses sumber daya dan manfaat program adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

Tantangan mewujudkan keadilan iklim di Sulawesi Tengah meliputi kurangnya kesadaran masyarakat tentang perubahan iklim, lemahnya penegakan hukum, dan dominasi kepentingan ekonomi jangka pendek, ketidakadilan gender, Selain itu, kurangnya partisipasi masyarakat lokal, akses terbatas ke sumber daya dan teknologi, serta kurangnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan sumber daya alam juga menjadi hambatan. Kurangnya pendanaan dan sumber daya manusia yang kompeten, serta konflik kepentingan antara pembangunan ekonomi dan lingkungan, juga memperumit situasi. Koordinasi antar lembaga pemerintah dan stakeholder yang buruk memperburuk keadaan ini.

Kami yakin bahwa pendekatan holistik dan inklusif, yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat lokal dan adat dalam pengambilan keputusan, adalah kunci sukses. Pendekatan ini berbasis hak asasi manusia, memastikan akses adil ke sumber daya alam dan manfaat program adaptasi dan mitigasi. Selain itu, pendekatan ini juga mempertimbangkan konteks sosial, ekonomi, dan budaya lokal, serta memperkuat kapasitas masyarakat beradaptasi dengan perubahan iklim. Kolaborasi pemerintah, masyarakat sipil, dan sektor swasta sangat penting untuk implementasi efektif dan berkelanjutan

Hasil yang diharapkan yaitu meningkatnya keadilan iklim di Sulawesi Tengah, di mana masyarakat lokal dan adat memiliki akses yang adil terhadap sumber daya alam dan manfaat program adaptasi dan mitigasi. Selain itu, diharapkan juga meningkatnya kapasitas masyarakat untuk beradaptasi dengan perubahan iklim, serta perlindungan terhadap hak-hak masyarakat adat dan lingkungan. Dengan demikian, akan tercipta pembangunan yang lebih berkelanjutan, inklusif, dan berkeadilan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga keseimbangan ekosistem.

Namun, Jika program kurang  mendapat dukungan, konsekuensinya bisa sangat parah, termasuk meningkatnya kerentanan masyarakat lokal dan adat terhadap perubahan iklim, kehilangan akses ke sumber daya alam, dan meningkatnya konflik sosial. Selain itu, degradasi lingkungan akan terus berlanjut, memperburuk dampak perubahan iklim dan mengancam keberlanjutan ekosistem. Ini juga bisa menghambat pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan dan meningkatkan kemiskinan di kalangan masyarakat yang paling rentan.

Shopping Basket