Poso – Diseminasi hasil kajian optimalisasi perlindungan dan pengelolaan hutan alam berbasis masyarakat di Lanskap Puna, Kabupaten Poso.  Kegiatan ini bertujuan untuk menyampaikan informasi pentingnya perlindungdan dan pengelolaan hutan alam di wilayah lanskap puna, kedua,  Membangun kesepahaman antara para pihak dalam perlindungan dan pengelolaan hutan alam berbasis masyarakat di wilayah lanskap puna. Kegiatan tersebut dilaksanakan di hotel ancyra Kabupaten Poso. Kata Koordinator Divisi Advokasi dan kampanye yayasan KOMIU (29/11/23).

Kegiatan ini dibuka oleh Rudy R Rompas, S.H.  Asisten III  Administrasi Umum Sekertariat Daerah Kabupaten Poso.   Dalam sambutannya ia menekankan bahwa potensi hutan yang ada dilanskap puna harus membawa kemanfaatan dan kesejahteraan bagi masyarakat yang ada di Desa Dewua dan Desa Sangginora Kecamatan Poso Pesisir Selatan.

Ia juga menambahkan, saat ini terkait pohon enau, di desa sangginora dan dewua sangat banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk dijadikan dengan saguer/cap tikus, namun saat ini kita kendala dengan aturan,  berkaca dari sulawesi utara mereka bisa mengekspor keluar negeri dengan tujuan korea selatan,  harapan saya hasil kajian ini dapat berkontribusi untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan memanfaatkan peluang-peluang tersebut. Ungkapnya.

Narasumber yang hadir pada pertemuan ini yaitu Yosi Amelia Yayasan Madani Berkelanjutan, Ir. Lukman Kepala KPH Sintuwu Maroso, Rudy R Rompas, S.H dan Dr. ir. Abd. Rauf Akademisi Pertanian UNTAD,  Sementara peserta kegiatan yang hadir berasal dari Dinas Pertanian Kabupaten Poso, Bappeda Kabupaten Poso dan Provinsi, BPDAS Palu-Poso, Kepala Desa dewua dan  Kepala Desa sangginora serta masyarakatnya.   (Oka)

Kehutanan

Komentar Anda...