Lanskap Puna yang terletak di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, merupakan wilayah penyangga ekologis penting dengan tutupan hutan alam seluas 71 ribu hektare yang berfungsi sebagai tangkapan air serta ruang hidup bagi Suku Pamona. Melalui kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun, masyarakat Desa Dewua dan Sangginora mengelola hutan dan lahan secara berkelanjutan menggunakan sistem berladang rotasi terukur, penanggalan tradisional berbasis posisi bintang dan bulan, serta pembagian zona tata ruang fungsional (Yopo, Lipu, dan Bonde) yang didukung penghormatan terhadap kawasan hutan keramat (Lobo). Praktik ini tidak hanya terbukti menjaga ketahanan pangan melalui penyimpanan varietas padi ladang lokal di lumbung Ala, tetapi juga secara efektif melestarikan keanekaragaman hayati dan spesies kunci endemik Sulawesi. Oleh karena itu, penguatan kelembagaan lokal melalui pengakuan hukum, percepatan skema Perhutanan Sosial dan Hutan Adat, serta pelibatan Dewan Adat dan kelompok Mapalus/Mesale menjadi langkah krusial dalam melindungi Lanskap Puna dari ancaman deforestasi dan eksploitasi ilegal.
Selengkapnya download didisni.
Lanskap Puna Poso Pesisir Selatan Kabupaten Poso
Bagikan :
- Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
- Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
- Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
- Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
- Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
- Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
- Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
