Palu, Yayasan Kompas Peduli Hutan (KOMIU) menyelenggarakan pertemuan dengan komunitas lokal untuk melakukan penilaian manfaat pertambangan nikel dan kawasan industrinya melalui penyusunan variabel yang ditetapkan secara partisipatif. Kegiatan ini melibatkan 20 orang perwakilan dari 5 desa dilingkar tambang di Kecamatan Petasia, Petasia Timur, Petasia Barat dan Soyojaya Kabupaten Morowali Utara (05/18/26).
Komunitas berhasil menyusun matrix penilaian manfaat ekonomi yang dibandingkan dengan dampak kerusakan lingkungan dari aktifitas pertambangan diwilayahnya. Adapun komponen yang dinilai dari Variabel Ekonomi yaitu; serapan tenaga kerja, infrastruktur, Pendapatan, Peluang Usaha, sementara Variabel dari Kerusakan lingkungan yaitu; Pencemaran air, gangguan kesehatan masyarakat, kerusakan hutan dan penurunan hasil pertanian/perikanan.
Sahira, pelaku UMKM karamba yang tinggal di Desa Ganda-Ganda, mengungkapkan, matrix penilaian ini sangat membantu kami dalam melihat perbandingan dampak ekonomi dan lingkungan dari aktivitas pertambangan di desa kami. Tentunya dapat membantu kami dalam melakukan pengambilan keputusan. Ungkapnya.
Bagikan :
- Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
- Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
- Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
- Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
- Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
- Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
- Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
